Ekspose Data Statistik Sidoarjo 2025 Soroti Tantangan Demografi dan Kualitas Tata Kelola Data
Sidoarjo — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat implementasi Satu Data Indonesia melalui kegiatan Ekspose Data Statistik Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025 dan Persiapan Penyusunan Data Statistik Sektoral Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2025, bertempat di Lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, dan menghadirkan Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ismail, sebagai salah satu narasumber utama. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan pemahaman antar perangkat daerah mengenai kondisi makro daerah sekaligus memperkuat tata kelola data pemerintahan yang berkualitas, terbuka, mudah diakses, dan dapat dibagipakaikan.
Dalam paparannya, Mohammad Ismail menyampaikan Analisis Data Makro dan Kependudukan yang menyoroti dua sisi pembangunan Sidoarjo: capaian yang membanggakan sekaligus tantangan serius ke depan. Dari sisi demografi, ia mengingatkan bahwa bonus demografi Sidoarjo berpotensi telah terlewat, ditandai dengan tren peningkatan penduduk usia non-produktif. Kondisi ini mengarah pada ancaman aging population atau masyarakat menua yang diproyeksikan semakin menguat menuju tahun 2035.
“Fenomena ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menjadi beban pembangunan di masa mendatang,” tegasnya.
Di sisi lain, kualitas pembangunan manusia Sidoarjo menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidoarjo tercatat sebagai yang tertinggi di antara seluruh kabupaten di Jawa Timur, bahkan menempati peringkat keempat jika digabung dengan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Capaian ini menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan standar hidup telah berjalan relatif baik.
Namun demikian, diskusi dalam forum ini juga menegaskan adanya tantangan lain yang tak kalah penting, yakni kualitas data dan sistem informasi. Tantangan tersebut dipaparkan oleh Imam, Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfo Provinsi Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa pada aspek Sistem Data dan Informasi (SDI), posisi Sidoarjo berada di peringkat 15 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan status “cukup”, menunjukkan masih terbuka ruang perbaikan yang signifikan.
Sementara itu, pada aspek Simpul Jaringan Informasi Geospasial (JIG), indeks kinerja Sidoarjo berada pada klasifikasi “Terbangun”. Kondisi ini masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang telah mencapai level “Berkembang”, sehingga diperlukan upaya serius untuk mendorong JIG Sidoarjo menuju level “Operasional”.
Secara keseluruhan, forum ini menegaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki fondasi pembangunan manusia yang kuat, namun dihadapkan pada dua tantangan utama, yakni ancaman penuaan penduduk dan kesenjangan kualitas tata kelola data. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan komitmen lintas perangkat daerah, dukungan anggaran yang memadai, serta kerja keras berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas data dan sistem informasi sebagai dasar perencanaan pembangunan yang presisi dan berkelanjutan.